SOLOK, GN
Pendidikan sangat membantu manusia dalam memperbaiki budi pekerti dan akhlak dalam kehidupan sehari – hari baik itu pendidikan formal maupun Non Formal, begitu berharganya pendidikan dalam meningkatkan kemajuan suatu Negara di
Dunia. Allah SWT juga telah memerintahkan Rasulullah untuk belajar dan belajar dalam mengembangkan ilmu agama ditengah – tengah rakyatnya, dan juga telah tercantum dalam pembukaan UUD Republik Indonesia tahun 1945.
Dunia. Allah SWT juga telah memerintahkan Rasulullah untuk belajar dan belajar dalam mengembangkan ilmu agama ditengah – tengah rakyatnya, dan juga telah tercantum dalam pembukaan UUD Republik Indonesia tahun 1945.
Dengan demikian, Kabupaten Solok tidak mau ketinggalan dalam memajukan Pendidikan di tengah – tengah masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Drs. H Yuswardi didampingi oleh Kabid PNFI Drs. Zainal Jusmar disaat – saat masa pensiun beliau masih melaksanakan pertemuan dengan pengelola PKBM selaku penggiat atau penggerak Pendidikan Non Formal di Kabupaten Solok pada 8/4 lalu. Pada kesempatan tersebut, Yuswardi berpesan kepada pengelola PKBM selaku penggiat Pendidikan Non Formal di Kabupaten Solok bahwa Pendidikan Non Formal harus lebih dari Pendidikan Formal. Kita harus berbuat seperti Pendidikan formal didalam memajukan masyarakat Kabupaten Solok kedepa. Beliau juga mengharapkan supaya Pendidikan Non Formal di Kabupaten Solok yang dilaksanakan oleh PKBM bisa lagi membawa Kabupaten Solok ketinggkat Nasional. Tahun 2014 Kabupaten Solok menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof DR M Nuh Anugrah Aksara Madya yang diserahkan di Kendari, karena keberhasilan PKBM selaku penggiat Pendidikan Non Formal dalam menuntaskan Buta Aksara di Kabupaten Solok. Keberhasilan itu harus di tingkatkan, tegasnya.
Kabid PNFI Bapak Drs. Zainal Jusamar juga menambahkan beliau akan berusaha keras dalam membina dan bekerjasama dengan PKBM selaku penggiat Pendidikan Non Formal di Kabupaten Solok. Zainal telah membuktikan kedekatanya dengan tokoh – tokoh PKBM selaku penggiat Pendidikan Non Formal, setiap hari berkomunikasi dengan penggiat Pendidikan Non Formal ini harus terus terjalin.
Bapak H. Syafrizal Ben selaku Rektor pendidikan Non Foranmal dan selaku ketua FK PKBM di Sumatera dan didampingi Oleh Ketua Forum PKBM Kabupaten Solok Helendra Putra, SS juga hadir pada acara pertemuan diruangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok. Dalam kesempatan itu, beliau berpesan kepada pengelola PKBM selaku penggiat Pendidikan Non Formal di Kabupaten Solok supaya pengelola PKBM selaku penggiat pendidikan harus profesional dalam melaksanakan dan memberikan Pendidikan ditengah – tengah masyarakat. H. Syafrizal Ben juga berharap kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok yang baru jangan sampai menganaktirikan Pendidikan Non Formal. Upaya Kepala Dinas sekaranglah pendidikan Non Formal melihatkan prestasi puncaknya yang dikomandoi oleh Bapak Bupati Solok Drs. H. Syamsurrahim dan Bapak Wakil Bupati Solok Drs. Desra Ediwan Anan Tanur, MM pendidikan Non Formal maju Dikabupaten Solok sehingga tidak kalah dengan Pendidikan Formal. Padahal dari segi pembiayaan sangat minim dan miskin, seperti pengelola PKBM ini tidak digaji seperti layaknya Kepala Sekolah yang PNS begitu juga dengan tenaga pendidiknya, tutor tidak ada gaji atau honor bulanan yg tetap. Lembaga PKBM pun tidak ada biaya operasional seperti sekolah yang ada BOS. Terkadang kadang penulis sangat perihatin dengan pejuang tanpa jasa ini (pengelola PKBM-red) yang betul – betul berkarya, berbakti, peduli terhadap masyarakat.
Dengan keberhasilan Kabupaten Solok meraih Anugrah Aksara Madya terdengar keseluruh penjuru Indonesia, sehingga beberapa PKBM dikabupaten solok dikunjungi oleh Dinas Pendidikan Propinsi Riau dan didampingi oleh beberapa PKBM di Negeri melayu tersebut. Untuk melihat hasil dan karya PKBM yang ada di Kabupaten Solok, Seperti yang dikunjungi PKBM Sekar Usi Surian ada pembuatan Songket, PKBM YPBP Aro Suka Pendidikanya telah Terakreditasi, PKBM Pelita Hati ada Stik Kentang, PKBM Ananda ada Pengolah Ubi Ungu yang dijadikan bermacam – macam Kue.
Untuk itu beberapa Aktifis, Praktisi Pendidikan yang ada didaerah ini menghimbau supaya fenomena yang menyedihkan ini, pengelola PKBM beserta jajaranya menjadikan kepedulian kita bersama dalam rangka pengabdian memajukan Anak Bangsa. (H.Putra)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar