Tanjabar, GN
Kurangnya perhatian Pemerintah terhadap pembangunan sarana danpra sarana pendidikan khususnya daerah terpencil mengakibatkan anakbangsa sulit mengemban pendidikan yang maksimal, seperti Sekolah DasarNegeri No 96/V Senyerang . Hal itu diuangkapkan Ketua DPW LSM Garuda – RI Jambi, Dances kepada wartawan baru-baruini.
Dances menjelaskan, banyak sarana pendidikan di Provinsi Jambi yang belum tersentuh pembangunan, padahal Pemerintah telah mengalokasikan anggaran duapuluh persen (20%) dari anggaran Negara ke Pendidikan. Kemana anggaran pendidikan dari Pemerintah pusat, Provinsidan Kabupaten ?apakah dana tersebut masuk kantong para pejabat?
Sebelum menjabat Bupati, Gubernur, Anggota DPRD tingkat II, DPRD Tingkat I dan DPR- RI selalu memprogramkan peningkataan pendidikan, tetapi setelah duduk di kursi empuk, janji hanya tinggal janji. Para pejabat hanya sibuk untuk mencari keuntungan sendiri, tanpa memperdulikan kepentingan masyarakat seperti pembangunan sarana pendidikan.
Sekolah Dasar Negeri No 96/V Senyerang kecamatan Senyerang kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak memiliki ruang belajar.Akbiat tidak tersedianya ruangan belajar, rumah dinas Kepala sekolah dijadikan ruangan belajar. Rumah Dinas itupun sudah tidak layak digunakan untukmenuntut ilmu karena sudah lapuk nyaris roboh termakan usia. Kami mengharapkan Pemerintah segera membangun sarana pendidikan yang memadai agar anak bangsa bias menuntut ilmu seperti anak sekolah yang tinggal di kota, katanya.
Pengamatan wartawan, rumah Dinas Kepala sekolah adalah rumah panggung terbuat dari kayu.Karena sudah termakan usia, lantai yang terbuat dari papan banyak terbuka mengakibatkan lubang, para siswa yang sedang belajar di rumah Dinas tersebut harus serba hati-hati agar jangan terperosok. Plafon banyak rontok dikawatirk an akan menimpa siswa yang sedang belajar. Akibat kurangnya sarana dan prasarana pendidikan mengakibatkan proses kegiatan belajar menjadi terganggu. Bagaimana guru konstrasi mengajar siswa kalau ruangan belajar nyaris roboh?
Sementara itu Kepala Sekolah SD N No 96/V Ahmad Kasturi mengatakan ,kami sudah mengajukan perbaikan sekolah, tetapi hingga kini belum ada perbaikan. Sekolah ini sejak dibangun tahun 1982 belum pernah direnopasi atau diperbaiki.Maka kondisi sekolah sekarang ini sudah sangat memprihatinkan, beberapa ruangan belajar sudah tidak dipakai lagi untuk kegiatan belaja rmengajar. Agar proses belajar mengajar bias dilaksanakan, rumah dinas digunakan menjadi ruangan belajar. Rumah dinas itu juga sudah tidak layak digunakan untuk belajar. Beberapa lantai yang terbuat dari papan sudah lapuk dan terbuka, maka kami sangat mengharapkan pemabngunan sarana dan prasarana pendidikan ini, katanya.
Ahmad menambahkan, jumlah siswa di SD Negeri No 96 depan puluh dua orang, jumlah guru pegawai negerisipilenam orang ditambah guru honor empat orang, tambahnya. (RONI)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar