Tanjungpinang, GN - Lemahnya pengawasan Bea & Cukai dan Syahbandar kota Tanjungpinang tampak nya di jadikan "peluang emas" para penyeludup sembako dari kota Batam. Apakah benar tidak terdeteksi oleh petugas, atau sengaja tutup mata. Transaksi perdagangan semacam itu dapat merugikan pedagang setempat dan juga pemsukan untuk negara.
Dari hasil investigasi wartawan minggu (17/05) lalu, tampak aktifitas bongkar muat di pelabuhan tikus yang lokasi nya tidak jauh dari lokasi ternak babi pak Anam kelurahan Dompak kecamatan Bukit Bestari. Saat itu bongkar muat dari sebuah kapal dari kota Batam bermuatan sembako ke truck yang sudah di parkirkan. Menurut warga, aktifitas bongkar muat tersebut sudah berjalan mulus selama bertahun-tahun dan belum pernah ada hambatan, sehingga dapat di perkirakan sudah triliuanan rupiah setiap tahunnya negara di rugikan.
Untuk memuluskan aksinya, para penyeludup biasanya tiba di Tanjungpinang dini hari sehingga luput dari pengawasan. Ketika di konfirmasi, salah seorang pekerja mengatakan,''tidak ada yang salah kami bongkar muat di pelabuhan ilegal ini, kalau masalah mengapa kami tidak pernah di tangkap Bea dan Cukai dan Syahbandar",ujarnya dengan lantang. sementara,kepala syahbandar dan Bea &Cukai Tanjungpinang hingga berita ini di turunkan belum berhasil di temui wartawan.(Ridwan)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar