BEKASI, GN – Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Utara (ALU) mendesak Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk mempercepat pembangunan Pelabuhan Terminal Tarumanegara lantaran menanggap pembangunan di Kabupaten Bekasi lebih berpihak ke wilayah selatan.
Wilayah yang disinggung meliputi seluruh Kecamatan Cikarang dan Tambun Selatan. Kecamatan tersebut menurut ALU sudah menjadi kawasan industri berskala internasional, berbeda dengan wilayah Kabupaten Bekasi bagian utara dimana mengalami kemunduruan secara ekonomi.
Presiden Aliansi Utara, Sanusi Nasihun mengatakan, Bekasi pesisir utara sebenarnya mempunyai potensi yang besar. Selain lokasi yang berdampingan dengan laut maka menurutnya pembangunan sarana pelabuhan sebagai akses bahan baku industri amat dirperlukan.
“Dasar perencanaan yang kami ketahui tentang pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok yang terdiri dari terminal Kalibaru, Cilamaya, Trans LNG, Marunda dan Tarumanegara adalah Permenhub nomor PM 38 Tahun 2012. Kegiatan pembangunannya terganjal oleh kebijakan Pemkab Bekasi. Ada apa dan kenapa?” ungkapnya.
Ia menekankan Pemkab Bekasi harus segera bersikap karena Pembangunan. Pelabuhan Terminal Tarumanegara sudah berizin dan di Perda-kan, namun tidak jelas nasibnya lantaran kebijakan semu Pemkab Bekasi.
“Melihat itu semua, maka dipandang perlu mengupayakan sebuah aksi dalam menuntut percepatan pembangunan Pelabuhan Terminal Tarumanegara Bekasi Utara yang betul-betul dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat pesisir yang termarginalkan,” tandas Sanusi. (Simon Ginting)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar