BEKASI, GN – Banyaknya sumber minyak dan gas di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan dan Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, membuat desa Pantai Hurip, dilingkari oleh pipi-pipa gas milik Pertamina tersebut.
Kepala Desa Pantai Hurip, Natja mengatakan, selama ini dirinya tidak bisa berbuat apa-apa di karenakan pipa tersebut milik perusahaan plat merah.
“Ya itukan milik Negara, kita mau apa jadinya? Kalau kita larang nanti katanya kita tidak mendukung negara, di bilang tidak pro pembangunan, kalau gak kita larang juga, kompensasinya untuk kita apa, kan gitu?” tanya Natja.
Selama adanya pipa-pipa tersebut, warga di Desa Pantai Hurip tidak pernah merasakan adanya kehadiran Pertamina, seolah-olah Pertamina tutup mata dengan kehidupan masyarakat di Pantai Hurip, seperti di tuturkan oleh Natja.
“Dari mereka berdiri sampai saat ini, kapan pernah mereka memberikan bantuan ke kita? Waktu banjir kemarin juga, mana ada bantuan dari mereka? Memang benar mereka tidak mendirikan pabriknya di sini, tapi-kan pipa mereka jalurnya lewat pemukiman sini, paling tidak ada perhatiannya sedikit lah,” terangnya.
Minimnya perhatian Pertamina ke warganya membuat Natja berfikiran kalau Pertamina hanya ingin mengambil keuntungan saja tanpa memperdulikan dampak di lingkungannya.
“Kalau saya maunya, mereka itu cek lagi amdalnya ke lingkungan bagaimana dampaknya, terlebih lokasi di sini kerap banjir juga, tolonglah di perhatikan, jangan hanya mengeruk keuntungan saja di sini, tapi tidak peduli dengan masyarakatnya,” pungkasnya.
Sebelumnya pernah diberitakan, masyarakat Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi meminta Dinas Binamarga dan Sumberdaya Air Kabupaten Bekasi mencabut izin rekomendasi pemasangan pipa gas milik Perusahaan gas negara di daerah mereka. Alasanya, di Kecamatan Babelan telah ada pipa gas milik Pertamina yang telah terpasang sejak 10 tahun lalu. (Simon Ginting)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar