Bekasi, GN - Guna menjaga keharmonisan dalam perbedaan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi menggelar silaturahmi tokoh lintas agama di Aula Musdalifah, Asrama Haji Bekasi. Hal itu untuk bersama-sama membangun kerukunan bangsa.
Silaturahmi ini dihadiri Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Drs.H.Rayendra Sukarmadji, MSi dan para pemangku jabatan di lingkup Pemkot Bekasi.
Persatuan dan kesatuan adalah modal dasar untuk membangun kebersamaan di Kota Bekasi. Semua perbedaan yang ada bisa diatasi dengan mengacu kepada falsafah bangsa ini, yaitu Pancasila. "Harus ada kerukunan beragama dimana di dalamnya ada hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling menghargai, menghormati dalam pengamalan ajaran agama masing-masing," kata Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Kota Bekasi Abdul Manan.
Acara yang diikuti 450 peserta perwakilan dari masing-masing unsur itu juga dihadiri Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, Komandan Kodim 0507 Bekasi Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Yuda Rismansyah, Ketua Pengadilan Negeri Bekasi Albertina HO, dan Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi Enen Saribanon.
Walikota Bekasi menyampaikan apresiasinya dan menurutnya pertemuan ini akan semakin menjalin keharmonisan yang sudah terbangun selama ini. Juga terus mendorong para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB untuk selalu meningkatkan perannya di tengah- tengah masyarakat. “Peran kita di tengah-tengah masyarakat harus ditingkatkan, kita diberi amanah dan dipercaya sehingga harus menjaga dan melaksanakan tugas pentingnya ini,” ungkapnya.
Menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting. Pendekatan sosial kemasyarakatan melalui pendidikan keagamaan jauh lebih bermakna dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan penuh kebersamaan, tandasnya.
Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu mengatakan, semua masyarakat supaya dapat saling bersinergi untuk membangun Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan. Jangan sampai adanya konflik horizontal dalam beragama.
Para tokoh lintas agama menyampaikan 4 poin pernyataan kesepakatan bersama yang ditandatangani beberapa ormas keagamaan seperti MUI, PCNU, Pimpinan Muhammadiyah, Pimpinan Persis, Ketua Parisada Hindu, Perwakilan Umat Budha, Perwakilan Umat Nasrani dan Perwakilan Katholik Kota Bekasi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Bekasi Momon Sulaeman mengatakan, keberadaan 21 suku dan etnis yang tinggal di Kota Bekasi memperlihatkan adanya pluralisme di wilayah berpenduduk 2,5 juta jiwa ini. "Keberagaman tersebut merupakan potensi yang harus dikembangkan menjadi suatu kesatuan untuk sama-sama membangun Kota Bekasi sesuai visi Maju, Sejahtera, Ihsan," katanya.(dpt)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar