Bukittinggi Garuda News
Milliaran rupiah dana pemeliharaan yang dialokasikan setiap tahun dari APBD Provinsi di Unit Pelaksana Tehnik Dinas (UPTD) pengolahan sumberdaya air Bukittinggi Sumatra Barat diduga tidak digunakan sesuai dengan aturan. Hal itu dikatakan Ketua DPW LSM Garuda- RI, BJ Rahmat kepada wartawan baru-baru ini.
Penegak hukum seharusnya tanggap atas dugaan penyelewengan dana pemeliharaan PSDA Bukittinggi. Beberapa pejabat sulit ditemui di kantornya diduga telah terjadi persekongkolan ditubuh intansi yang membidangi irigasi tersebut. Kami ingin melakukan klaripikasi terhadap pejabat pengguna anggaran tetapi tidak pernah berhasil, ujarnya.
Pemda Provinsi mengalokasikan anggaran Rp23 hingga 28 milliar pertahun untuk pemeliharaan rutin irigasi di delapan (8) Kota dan Kabupaten. Pengamatan di kantor PSDA Bukittinggi tidak ada aktivitas, tetapi menggunakan anggaran Milliaran rupih setiap tahun, ujarnya.
Kepala kantor UPTD Pengelola Sumber daya air Bukittinggi, Wanhar saat mau dikonfirmasi tidak ada dikantor, saat dihubungi melalui telepon genggamnya tidak diangkat, menurut Yono salah seorang stafnya, Wanhar sedang rapat di Dinas PSDA Padang. Kalau hari ini tidak mungkin masuk lagi, silahkan saja datang besok, ujarnya.ST. BJ - R



Tidak ada komentar:
Posting Komentar