Bekasi, GN
Proyek pembangunan bak penampung air tahun anggaran 2015 di Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi diduga terjadi Mark-Up, terbukti dengan keadaan bangunan ukuran panjang 5 meter, lebar 4 meter, tinggi pasangan bata 1,5 meter dan kerangka atap kurang lebih 60 CM, menghabiskan dana ratusan juta rupiah. Hal itu dikatakan wakil Ketua Umum LSM Garuda –RI, Pesta L kepada wartawan baru-baru ini.
Pesta L menjelaskan, tingginya biaya pembangunan bak penampungan air tahun anggaran 2015 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kecamatan Cibarusah dengan biaya ratusan juta rupiah diduga untuk memperkaya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK). Bangunan dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 4 meter dan tinggi 1,5 meter sangat tidak masuk akal menghabiskan biaya ratusan juta rupiah. Kami akan segera melakukan investigasi kelapangan, jelasnya.
Sumber GN mengatakan, BPBD akan membangunan bak penampungan bak air, tiga titik di tiga Kecamatan tahun anggaran 2015, biaya yang dialokasikan untuk ketiga proyek tersebut sebesar Rp 360 juta. Kalau ketiga kegiatan itu satu rekening seharusnya dilakukan lelang bukan penunjukan. Bak penampungan air seharusnya berukuran panjang 5 meter, lebar 4 meter dan tinggi 2 meter, jelasnya.
Pengamatan wartawan dilapangan, bangunan bak penampungan air telah selesai dibangun karena sudah tidak ada lagi kegiatan. Dingding luar dan dalam menggunakan kramik ukuran 30 x 30 centimeter. Sedangkan kerangka atap menggunakan baja ringan.
Salah seorang warga yang tinggal di dekat bangunan bak penampungan air mengatakan,” bangunan ini dikerjakan PT Lanansa Bina Kreasi. Dingding menggunakan bata merah, besi kolom ukuran 8, tetap belum selesai karena, kran belum terpasang, tukangnya tidak pernah lagi datang. Kami mengharapkan pelaksana pembangunan segera menyelesaikan bangunan tersebut, agar bisa dimanfaatkan warga. Akibat tidak terpasangnya kran air maka bangunan tersebut seperti POS ronda” katanya mengejek.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Syamguri dan Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK), H Iwa, ketika mau dikonfirmasi di katornya tidak ada di tempat, menurut salah seorang pegawai BPBD, keduanya sedang ke Yogyakarta studi banding, katanya. (dpt)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar