JAKARTA, GN
Demi mensosialisasikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membutuhkan biayasekira Rp7,1 triliun. Dana tersebut akan didapat dari penghematan subsidi BBM.
Menteri Pendidikandan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, Kemendikbud juga mengurangi alokasi dana yang digunakan untuk rapat serta perjalanandinas.
"Penghematan di Kemendikbud juga ada efisiensi.Jadi, perjalanan dinas dan lain-lain itu sebanyak 40 persen lebih hemat dari perjalanan dinas danrapat," kata Anies, di RuangKomisi X DPR, .
Dana sebesar Rp7,1triliun tersebut nantinya digunakan untuk percetakan kartu, materisosialisasi, dan pengiriman. KIP sendiri ingin mencakup 25 persen rumah tangga termiskin yang terdiri dari SD sebanyak 10.685.614 siswa, SMP 4.694.968 siswa, dan SMA/SMK 3.846.726 siswa.
"KIP diharapkan bias menjangkau 25 persen dari masyarakat atau siswa sekolah," ujarnya.
KIP yang tahun lalu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu diharapkan bias digunakan masyarakat untuk memudahkan pelajar dan mengurangi pelajar yang putus sekolah.
Anies juga mengusulkan menjadikan KIP bias mengurangi jumlah pelajar yang putus sekolah.Jangkauannya sendirimasih mencakup bagi siswa yang berada di dalam sekolah.(Jondri)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar