Bandung, GN
Pernyataan Bupati Bandung yang menyebut tak akan mengangkat tenaga honorer menjadi Pegawai NegeriSipil (PNS) dan agar tak meminta penyetaraan upah sangat disesalkan Front Pembela Guru Honorer (FPGH) Kabupaten Bandung.
Pernyataan bupati tersebut sangat menyakitkan bagi para tenaga honorer.Apalagi selama ini kinerja para honorer tak jauh berbeda dengan para PNS.Bahkan sejumlah honorer beban kerjanya lebih berat daripada para PNS
Ketua FPGH Kabupaten Bandung Ahmad Luthfi mengatakan, pekerjaanpara PNS
banyak diselesaikan oleh honorer.Tidak benar jika bupati beranggapan beban kerja honorer lebih ringan.Di beberapa SKPD tak jarang honorer dipercaya untuk menyelesaikan pekerjaan.
"Sebagai pemimpin di daerah kalau mengeluarkan pernyataan harus dengan bijak.Apakah punya pendidikan atau tidak mengeluarkan pernyataanseperti itu," ujar Ahmad, Rabu (29/4).
Para tenaga honorer, lanjut Ahmad, jelasakan tersinggung. Menurutnya permintaan upah setara UMK bagi parahonore rmerupakan ha lwajar.Terutama keinginan untuk diangkat menjadi PNS.
Sebelumnya, parahonorer di Kabupaten Bandung kecil kemungkinan bisa menjadi PNS.Jumlah PNS Kabupaten Bandung yang sudah membengkak membuat Pemkab Bandung tak akan membuka pendaftaran PNS.
Bupati Bandung, Dadang Naser meminta kepada para tenaga honorer di Kabupaten Bandung tidak menuntut menjadi PNS.Apalag ijika menuntut penyetaraan upah setara UMK.Lebih baik tenaga honorer bekerja di tempat lain.
"Contohnya guru honorer itu tidak bisa dibandingkan dengan pegawai lain. Kalau mau upah besarsilakan kerja di pabriksaja.Banyak honorer yang menuntut kesaya tapi saya juga tidak bisaapa-apa," kata Dadang. (Victor/Parullas)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar