Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Musi Rawas, GN - Pembangunan jembatan Box Culvert Sungai Mangan di Desa Gunung Kembang Baru, Kecamatan BTS Ulu, Kabuapten Musirawas, Propinsi Sumsel, merupakan jalan akses Kecamatan Jayaloka dan Kecamatan BTS Ulu, yang di bangun tahun 2014 lalu, diduga dikerjakan asal jadi, karena tanah disamping kiri kanan sayap jembatan itu selalu mengalami longsor ke dalam sungai sehingga mengakibatkan dipinggir jembatan berbentuk lubang besar. Hal itu disebabkan sayap jembatan tersebut kurang panjang dan tinggi, dikhawatirkan lama kelamaan sayap jembatan ini bisa ambruk.

Menurut Win, warga Desa Gunung Kembang Baru, Kecamatan BTS UlU, saat ditanya Garuda News, Minggu lalu, mengatakan mungkin dulunya proyek jembatan ini dibangun asal jadi, demi meraup keuntungan yang besar maka pihak pemborong mengerjakannya semaunya. “Awalnya pak, masyarakat yang bergotong royong menimbun jembatan ini, agar bisa dilewati untuk sementara waktu, sedangkan pihak pemerintah sampai kini belum pernah melakukan penimbunan lubang atau memperbaiki jembatan itu, padahal proyek pembangunan jembatan tersebut, dikerjakan tahun 2014 lalu, oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Musirawas.”ujarnya.

Hal lainnya, Suparno mantan Kepala Desa Pangkalan Tarum, Kecamatan BTS ULU, saat dikonfirmasi Garuda News , minggu lalu, mengatakan melihat kondisi tanah disetiap kiri kanan sayap jembatan yang kini selalu mengalami longsor sehingga mengakibatkan dipinggir jembatan membentuk lubang besar dan jalan dijembatan itu menjadi bergelombang sehingga sulit untuk dilewati bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna kendaraan bermotor. Yang sedang melewati jembatan ini.

“Melihat kondisi tanah di jembatan itu sangat memprihatikan maka saya langsung menemui pihak PT.Dapo Argo Makmur (DAM) untuk meminjam alat berat guna menimbun lubang-lubang yang ada di samping kiri kanan sayap jembatan, dikarenakan hasil timbunan gotong royong masyarakat tidak maksimal. Hal ini untuk menghindari jangan sampai ada korban kecelakaan saat melintasi jembatan tersebut”, jelasnya.

Selain itu, Anggota Dewan Kabupaten Musi Rawas, Tepno.S, dapil satu asal Jayaloka saat dikonfirmasi Garuda News, minggu lau, melalui via ponsel mengatakan Dirinya juga pernah membantu menimbun lubang di jembatan tersebut. Tapi melihat kondisi sayap jembatan kurang panjang, sehingga tanah yang ditimbun percuma, dan apabila ditimbun lagi tanahnya akan tergerus dan longsor kedalam sungai. “Kita minta kepada PU Bina Marga Kabupaten untuk segera memperbaiki permasalahan di jembatan ini, dimana dalam proyek ada masa pemeliharaan dan untuk pengawas proyek jembatan itu Pak Ardian dari Dinas PU Bina Marga Kab.Musirawas”, jealsnya.


tersebut kurang maksimal, dikarenakan sayap dinding jembatan kurang panjang, tanah yang di timbun selalu longsor ke sungai dan lama kelamaan dinding sayap jembatan bisa runtuh, akibat pengerjaan proyek tersebut asal jadi. (ari/wd).



Sku Metropolitan

Penerbit: PT. Juszyda Metro Garuda Notaris: Agus Sulaeman T. SH, MKn No. 04 Tanggal 12 Maret 2015 No. AHU-0011533.AH01.01.tahun 2015 No SIUP:503.09/1-0537/BPMPPT/PK-00/IV/2015 No. TDP: 100714612832 NPWP:72.585.352.7-435.000 Dasar Undang-undang No. 40 Tahun 1999.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Top