Tarumajaya, GN - Akibat tercemarnya lingkungan para pembudidayaan ikan dan udang di Muara Tawar, desa desa Pantai Makmur,kecamatan Tarumajaya, kabupaten Bekasi beralih profesi. Hal ini karena terjadinya pembangunan perusahaan-perusahaan di MARUNDA CENTER dan sekitarnya yang mengakibatkan ikan dan udang tidak dapat hidup di tambak-tambak para pembudidaya ikan tersebut. Akibatnya para pembudidaya ikan di sekitar beralih profesi menjadi pemulung.
Amin(39) salah satu pembudidaya ikan di sekitaran tarumajaya Menuturkan pada Garuda News, sudah beberapa bulan semenjak adanya perusahaan di sekitaran Marunda Center tidak bisa mengembangbiakan ikan-ikan, lantaran ikan-ikan yang ia budidayakan mati mendadak di tambaknya. " bagaimana ikan dan udang mau hidup, air tambak kotor dan kadang-kadang berminyak mungkin akibat banyaknya perusahaan di sekitar sini padahal sebelum-sebelumnya saya bisa panen ikan dengan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya. Sekarang mau tidak mau saya beralih profesi mencari sampah-sampah di sekitar pesisir pantai yang terbawa air laut untuk menyambung hidup, terangnya.
Hal ini juga di ungkapkan warga lain yaitu iman (47) saat ini ia menjadi pemulung di sekitar PLTGU ( pembangkit listrik tenaga uap) Muara Tawar. " mau gak mau mas saya harus mulung demi keluarga, abis mau kerja udah susah lantaran usia yang udah tua,mudah-mudahan pemerintah bisa ngertiin nasib rakyatnya", tuturnya. (acep)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar