BEKASI, GN- Isu hantu kopi Luwak yang merebak belakangan ini disebar oleh berbagai pihak untuk kepentingan para oknum-oknum tertentu membuat masyarakat resah.
Ada sesuatu dibalik merebaknya bau kopi yang berhembus di malam hari. Hal ini diduga sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat, khususnya yang berada disekitar kawasan industri.
"Kami juga kerap mencium dan harus pihak Badan Lingkungan hidup yang turun ke lokasi dan mengecek kebenaran mengenai aroma kopi sengaja tersebar hingga asap pabrik yang merusak lingkungan ditutupi,"ucap Oni, warga Cikarang.
Warga sendiri yang mentelaah sumber bau kopi tersebut, itu bersumber dari beberapa pabrik yang mengembuskan bau tidam sedap dan polusi udara yang disertai dengan asap hitam pekat. Dibeberapa pabrik di Cikarang menyiasati bau tersebut dengan membubuhkan kopi pada komponen bahan pembakar, sehingga ketika kepulan asap keluar dari cerobongnya disertai aroma kopi yang sedap.
Sementara, disela bau kopi yang merebak pada malam hari, propaganda 'hantu luwak' digencarkan ke masyarakat. Hal itu dilakukan agar masyarakat takut keluar malam, apalagi mencari tahu sumber darimana bau kopi tersebut.
Bagi masyarakat lain yang ingin tahu seperti apa pabrik yang mengembuskan bau kopi. Silahkan melintas ke Jalan Industri Cikarang, persis di Kampung Sempu, disana terdapat salah satu pabrik yang mengembuskan bau kopi. Beberapa tahun lalu sempat terjadi bentrok antar warga yang memprotes bau tidak sedap dari pabrik tersebut. Pemerintah pun akhirnya turun tangan dan melerai persoalan tersebut. Kemudian untuk menyiasati bau, dibubuhkanlah kopi pada bahan bakar produksi. (Acep)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar