Musirawas, GN
Puluhan Wartawan dari Surat Kabar Mingguan mendatangi Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Musirawas di ruangkerjanya, kedatangan para kuli tinta (awak media) ini, selain mempertanyakan kenapa dana dibagian Humas Pemkab Musirawas dibekukan dan memprotes kenapa media mingguan tidak dilibatkan dalam mensosialiasikan event-event penting kegiatan pemerintahan Kabupaten Musirawas.
Sekretaris Daerah (Sekda)Musirawas, Isbandi Arsyad didampingi Asisten I, Ali Sadikin, dan Kadis PPKAD Gotri Suyanto, menyambut baik aksiprotes puluhan awak media, sehingga mereka melakukan pertemuan dan dialog diruang Bina Praja,Pemkab Musirawas.
Salah seorang wartawandari media kota, Aliansyah, dalam pertemuan itu menanyakan mengapa dana Publikasi di humas Pemkab Mura untuk sementara dibekukan dan sampaikapan?. Para wartawan mingguan ini memprotes mengapa Surat Kabar Mingguan tidak dilibatkan dalam pembuatan berita Advertorial (ADV) dan wartawan mempertanyakan pemasangan pemberitaan ADV yang diterbitkan di harian lokal. Apakah berita adv yang dimuat di harian local itu permintaan atau pesan daripihak humas? Jika halite benar berarti pihak pemerintah Musirawas dalam Publikas itelah melakukan Diskriminasi media.”, tegas Ali.
Menanggapipertanyaanawak media dalampertemuanitu, Setda Musirawas kepada wartawan mengatakan memang benar di Bagian Humas Setda Musirawas untuk sementara anggaran publikasi wartawan dibekukan.Dan kami sebagai orang birokrasi tidak mau yang namanya melakukan Diskriminasi.
“Dana publikas iHumastahun ini untuk sementara kita bekukan mulaidalambataswaktu yang tidakditentukan.SayabersamaAsisten I dan IV sudahmenyampaikandenganBapak H Ridwan Mukti Bupati Musirawas mengenai masalah tersebutdengan berbagai alasan, namun Pak Bupati mengatakan dana kegiatan publikasi di Bagian Humas tahun ini untuk sementara dibekukan”, Ujar Sekda dalam .
Dikatakannya, terkait dengan adanya penerbitan berita Advertorial (ADV) di media harianlokal, hal itu bukanataspermintaandaripihakpemkabMusirawas, namunberita ADV yang dimuat di harian lokal itu mereka buat secarasukarela tanpa dibayar.
“Kami beritahukan kepada wartawan, Berita ADV yang dibuat diharian local itubukan perminta andar iHumas Pemkab Mura, tapi media harianl oka litu membuat berita tersebut secara sukarela. Begitujuga dana publikasi dibagian humas sampa ikini masih tetap utuh”, jelasnya.
Terpisah, menurutEfendiAmd, Ketua LSM YayasanPucuk Kota Lubuklinggau, saatditanyawartawan, belum lama ini, mengatakan dirinya sangat menyayangkan tindakan H Ridwan Mukti Bupati Musirawas dalam di Bagaian Humas. Masalah ini mungkin bias jadi buntut dari permasalahan Dibagian Humas yang tersandungmasalahhukum, sehingga Kabag Humas ditetapkan status menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Lubuklinggau.
“Jika Buntutnya permasalah tersebut, sehingga mengakibat dana Publikasi di Bagian Humas dibekukan, hal tersebu ttentunya melanggar hukum sesuai yang diamanatkan pada peraturand aerah Musirawas. Dan kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Musirawas yakni menurut saya kebijakan itu pecik dan kerdil, atau kemungkinan dana dihumas untuk kegiatan publikasi sudah habis dan ada dugaan dana tersebut dipakaiuntuk kegiatan sosialisasi Bupati Musirawas mencalokan dirisebagai gubernur Bengkulu”, tegasnya.
Dugaan kuat pernyataan efendi tersebut benar, pantauan dilapangan, Bupati Musirawas H. Ridwan Mukti yang memasuki masa akhir jabatan sepertinya tidak memberikan perhatian penuh kepada masyarakat Musirawas. H. Ridwan Mukti sering mengadakan kunjungan ke Bengkulu dengan membawa beberapa pejabat di lingkungan pemerintahan Musirawas. Alasan keberangkatannya adalah untuk melakukan sosialisasi, tetapi kelihatannya lebih cenderung melakukan kampanaye untuk dirinya (H.Ridwan-red) yang akan ikut dalam bursa pemilihan Gubernur Bengkulu. Informasi yang didapat, pada hari Jumat dan Sabtu Rombongan Bupati tersebut sering mengadakan kunjungan ke Bengkulu. Pada hal hari Jumat masih hari kerja yang seharusnya memberikan pelayanan untuk masyarakat Musirawas, bukan ke Bengkulu.
Disinyalir gelagat Bupati ini mengulangi ulahnya saat mau mencalonkan menjadi Gubernur Sumatera Selatan, yang pada akhirnya H. Ridwan juga tidak berhasil menduduki kursi No. 1 di Sumatera Selatan. Jurus yang sama dilakukan H. Ridwan sekarang, saat keinginannya untuk mencalonkan dirinya menjadi Gubernur Bengkulu.
Berdasarkan pantaun dan informasi yang dihimpun Garuda News, menyebutkan sejak Edi Zainuri, Kabag Humas Pemkab Musirawas yang saat ini ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kota Lubuk linggau, yang diduga tersandung masalah hukum, sampaikini belum ada penahanan dan eksekusi oleh pihak penegakhukum. Apakah ini alasan Bupati untuk membekukan dana publiksasi dan terkesan diskriminasi terhadap media mingguan, hal ini patut dipertanyakan.
Selain itu, HUT Kabupaten Musirawas ke-72, rombongan Bupati langsungmenuju Kecamatan Jayaloka untuk peresmian Pembangkit TenagaListrik Gas (PLTG), dan kabarnya media yang meliput kegiatani tubanyak dari media harian bengkulu. Para media tersebut tidak mempunyai wartawan atau perwakilan di Musirawas. Diduga hal itu sengaja dilakukan oleh Bupati Musirawas untuk mengekspos porfilnya di media bengkulu dengan maksud tertentu. Profil yang mengaku calon Gubernur Bengkulu ini marak terbit di media Bengkulu, bukan di Kab. Musirawas yang masuk ke provinsi Sumatera Selatan, sekalipun berbatasan dengan Bengkulu. Diharapkan H. Ridwan jangan sampai mengalihkan dana publikasi kabupaten Musirawas yang bukan untuk peruntukannya.(Peri)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar