Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Jakarta, GN - Keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat khawatir para koruptor dalam melakukan transaksi ilegalnya. Seribu cara pun dilakukan agar transaksi mereka tidak diketahui KPK, seperti bertransaksi di tanah suci, Mekkah. Sayang, upaya ini tetap tercium lembaga anti-rasuah itu.

"Ada yang transaksi dengan umroh bersama di tanah suci. Biar apa? Biar tidak ditangkap KPK," tutur Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK Johan Budi, dalam diskusi bertema Puasa Korupsi, di Gedung PP Muhammadiyah.

"Ada juga pengadaan Alquran, pembicaraan korupsi juga pakai kata-kata dekat dengan agama. Korupsi itu tidak kenal entitas lagi," kata dia.
Namun Johan tidak merinci siapa koruptor yang melakukan upaya tersebut‎, maupun kasus terkait. "Itu hanya informasi dulu," ucap Johan.

Sementara putri Presiden Gus Dur, Yenny Wahid, menilai, transaksi yang melibatkan uang hasil korupsi di tanah suci tidak dapat dimaafkan. Bahkan, hal tersebut merupakan penghinaan kepada Tuhan."Orang yang bertransaksi di tanah suci, itu artinya membohongi manusia, juga membohongi Tuhan. Hukumannya dua-duanya itu," tegas Yenny. (Jondri)




Sku Metropolitan

Penerbit: PT. Juszyda Metro Garuda Notaris: Agus Sulaeman T. SH, MKn No. 04 Tanggal 12 Maret 2015 No. AHU-0011533.AH01.01.tahun 2015 No SIUP:503.09/1-0537/BPMPPT/PK-00/IV/2015 No. TDP: 100714612832 NPWP:72.585.352.7-435.000 Dasar Undang-undang No. 40 Tahun 1999.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Top