Taput, MG - Mobil Dinas Ketua Tim Penggerak PKK Tapanuli Utara mendapat sorotan masyarakat. Masalahnya mobil dinas merk Mazda Biante 2015 dianggap mewah. Plat nomor polisi kendaraan itu berubah dari plat hitam BK 1838 ZO menjadi plat merah BB 459 B.
Mobil Dinas Ketua TP-PKK Taput yang dibeli anggaran Pemkab Taput melalui LPC berdasarkan E-Catalog nilainya sekitar Rp. 400 juta lebih. Mobil mewah itu tiba di halaman Sopo Partungkoan menghadiri Puncak Perayaan Hari Anak menggunakan plat hitam BK 1838 Z0. Warga masyarakat dan puluhan wartawan yang berada didepan gedung itu sempat menduga mobil tersebut milik orangtua dari salah seorang anak yang ikut dalam perlombaan di dalam gedung.
Namun setelah ditunggu beberapa detik, yang turun dari dalam mobil itu Ketua TP-PKK Taput Ny. Sartika Nikson Nababan bersama beberapa anggota TP-PKK lainnya. “Wah mobil ibu bupati bagus bangat ya…”ujar salah seorang ibu yang mengaku sebagai orangtua dari anak yang ikut dalam perlombaan.
Beberapa jam kemudian, mobil Mazda Biante berwarna putih dengan plat nomor polisi BK 1838 ZO tersebut dikerumuni sejumlah wartawan untuk memastikan apakah mobil tersebut mobil pribadi atau mobil dinas.
Wartawan pun mengkonfirmasikan kepada Kabag Umum dan Perlengkapan Taput Sipahutar, ternyata mobil tersebut mobil dinas dengan Plat Merah BB 459 B. Tidak berapa lama sang sopir pun menggantikan plat hitam BK 1838 ZO.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia Harapan Silalahi mengatakan, mobil pemerintah tidak sembarangan mengganti plat nomor. “Jangan dianggap mobil dinas itu sebagai mobil pribadi. Ada aturan yang harus dipedomani penggunanya. Jangan karena mobilnya cantik platnya ditukar jadi hitam seakan-akan mobil itu milik pribadi penggunanya”ujar Harapan.
Sekda Tapanuli Utara Edward Tampubolon mengatakan, setiap mobil pejabat bisa menggunakan nomor cadangan yang dapat digunakan saat darurat. “Tapi saya tidak tahu kenapa sopirnya menggunakan plat hitam saat mengikuti acara resmi. Plat tersebut dapat dimohon ke Polda Sumut”ujarnya. Berharap pada masa mendatang hal tersebut tidak akan terulang lagi. (jansen)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar